AJB (Akta Jual Beli)

Sale and Purchase Deed Singkatan dari Akta Jual Beli, dokumen autentik yang dibuat oleh PPAT
Hukum Agraria akta jual beli jual beli tanah PPAT peralihan hak
Diperbarui 27 Maret 2026
Ringkasan

Apa itu AJB (Akta Jual Beli)?

Akta autentik yang dibuat PPAT sebagai bukti sah peralihan hak atas tanah melalui jual beli.

Sale and Purchase Deed Singkatan dari Akta Jual Beli, dokumen autentik yang dibuat oleh PPAT Hukum Agraria

Definisi

AJB atau Akta Jual Beli adalah akta autentik yang dibuat oleh dan di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum jual beli hak atas tanah. AJB merupakan syarat mutlak untuk mendaftarkan peralihan hak atas tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Berdasarkan Pasal 37 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, peralihan hak atas tanah melalui jual beli hanya dapat didaftarkan apabila dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT. Tanpa AJB, proses balik nama sertifikat tanah tidak dapat dilakukan secara sah di BPN.

Proses pembuatan AJB melibatkan beberapa tahapan penting, di antaranya: pengecekan sertifikat di BPN, pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) oleh penjual, pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh pembeli, serta penandatanganan akta di hadapan PPAT yang dihadiri oleh para pihak dan saksi-saksi. AJB dibuat dalam dua lembar asli, satu disimpan PPAT dan satu untuk keperluan pendaftaran di BPN.

Contoh Kasus

Seorang warga bernama Andi hendak membeli rumah beserta tanahnya dari Siti di kawasan Jakarta Selatan. Setelah menyepakati harga, keduanya mendatangi kantor PPAT setempat. PPAT terlebih dahulu melakukan pengecekan sertifikat ke BPN untuk memastikan tidak ada sengketa atau pemblokiran. Setelah dinyatakan bersih, Andi membayar BPHTB dan Siti membayar PPh Final 2,5%. Selanjutnya AJB ditandatangani oleh kedua pihak di hadapan PPAT. Dalam waktu 7 hari kerja setelah penandatanganan, PPAT menyerahkan berkas ke BPN untuk proses balik nama sertifikat dari Siti ke Andi.

Dalam praktik, banyak masyarakat yang melakukan jual beli tanah hanya dengan kuitansi atau surat di bawah tangan tanpa membuat AJB. Hal ini berisiko karena tanpa AJB, peralihan hak tidak dapat didaftarkan di BPN dan pembeli tidak memiliki kepastian hukum yang kuat atas tanah yang dibelinya.

Dasar Hukum

Pasal 37 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997

Peralihan hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar menukar, hibah, pemasukan dalam perusahaan dan perbuatan hukum pemindahan hak lainnya, kecuali pemindahan hak melalui lelang hanya dapat didaftarkan jika dibuktikan dengan akta yang dibuat oleh PPAT yang berwenang.

Pasal 2 ayat (1) PP No. 37 Tahun 1998

PPAT bertugas pokok melaksanakan sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah.

Pertanyaan Umum

Apa itu AJB (Akta Jual Beli)? +
Akta autentik yang dibuat PPAT sebagai bukti sah peralihan hak atas tanah melalui jual beli.
Apa bahasa Inggris dari AJB (Akta Jual Beli)? +
AJB (Akta Jual Beli) dalam bahasa Inggris disebut Sale and Purchase Deed.
Apa dasar hukum AJB (Akta Jual Beli)? +
Dasar hukum AJB (Akta Jual Beli) diatur dalam Pasal 37 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997, Pasal 2 ayat (1) PP No. 37 Tahun 1998.
Apa asal kata AJB (Akta Jual Beli)? +
Singkatan dari Akta Jual Beli, dokumen autentik yang dibuat oleh PPAT

Istilah Terkait