Definisi
Perjanjian Tukar Menukar (ruiling) adalah suatu perjanjian di mana kedua belah pihak saling mengikatkan diri untuk menyerahkan suatu barang secara timbal balik sebagai pengganti barang lainnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 1541 KUHPerdata. Perjanjian tukar menukar pada dasarnya mirip dengan jual beli, namun perbedaan utamanya terletak pada kontraprestasi: dalam jual beli, prestasi pembeli berupa pembayaran uang, sedangkan dalam tukar menukar, kedua pihak sama-sama menyerahkan barang.
Berdasarkan Pasal 1546 KUHPerdata, segala ketentuan yang berlaku untuk perjanjian jual beli juga berlaku untuk perjanjian tukar menukar. Artinya, masing-masing pihak dianggap sebagai penjual atas barang yang diserahkannya dan sebagai pembeli atas barang yang diterimanya. Setiap pihak wajib menanggung cacat tersembunyi dan menjamin kenikmatan tenteram atas barang yang diserahkan.
Contoh Kasus
Dua perusahaan properti melakukan perjanjian tukar menukar tanah di hadapan PPAT. PT Maju menyerahkan tanah seluas 1.000 m2 di kawasan industri, dan PT Jaya menyerahkan tanah seluas 800 m2 di kawasan komersial dengan nilai yang setara. Setelah akta tukar menukar ditandatangani dan didaftarkan di kantor pertanahan, ternyata tanah milik PT Jaya sedang dalam sengketa dengan pihak ketiga. PT Maju menuntut pembatalan perjanjian tukar menukar karena PT Jaya tidak dapat menjamin kenikmatan tenteram atas barang sesuai Pasal 1546 jo. Pasal 1491 KUHPerdata.