KDB (Koefisien Dasar Bangunan)

Building Coverage Ratio Angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan dan luas lahan
Hukum Agraria KDB koefisien dasar bangunan tata ruang IMB
Diperbarui 28 Maret 2026
Ringkasan

Apa itu KDB (Koefisien Dasar Bangunan)?

Angka persentase perbandingan luas lantai dasar bangunan terhadap luas tanah yang menentukan batas maksimal area terbangun.

Building Coverage Ratio Angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan dan luas lahan Hukum Agraria

Definisi

KDB atau Koefisien Dasar Bangunan adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan gedung dengan luas persil atau kaveling tanah. KDB menentukan batas maksimal luas lantai dasar bangunan yang diperbolehkan dibangun di atas sebidang tanah. Sisa lahan yang tidak terbangun diperuntukkan sebagai ruang terbuka, resapan air, dan sirkulasi.

KDB ditetapkan dalam RDTR dan peraturan zonasi setempat dengan mempertimbangkan fungsi zona, ketersediaan jaringan prasarana, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Pada umumnya, KDB untuk zona perumahan berkisar antara 40-60%, zona perdagangan dan jasa 60-80%, dan zona industri 40-60%. Kawasan lindung dan ruang terbuka hijau memiliki KDB yang lebih rendah atau bahkan 0%.

Perhitungan KDB dilakukan dengan rumus: KDB = (Luas Lantai Dasar Bangunan / Luas Persil Tanah) x 100%. Misalnya, jika sebidang tanah memiliki luas 200 m2 dengan KDB yang ditetapkan sebesar 60%, maka luas lantai dasar bangunan maksimal yang diperbolehkan adalah 120 m2. Kepatuhan terhadap KDB merupakan salah satu syarat untuk memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau IMB.

Contoh Kasus

Pak Dedi memiliki tanah seluas 300 m2 di kawasan perumahan Kota Depok. Berdasarkan RDTR Kota Depok, zona tempat tanah Pak Dedi berada memiliki KDB maksimal 60%. Artinya, Pak Dedi hanya boleh membangun rumah dengan luas lantai dasar maksimal 180 m2 (300 m2 x 60%). Sisa lahan seluas 120 m2 harus dibiarkan terbuka sebagai taman, carport, atau area resapan air. Ketika Pak Dedi mengajukan PBG untuk rumah dengan lantai dasar 200 m2, permohonan ditolak karena melebihi KDB yang ditetapkan. Pak Dedi kemudian merevisi desain rumahnya menjadi 2 lantai dengan lantai dasar 160 m2 agar sesuai dengan KDB.

Dasar Hukum

Pasal 1 angka 31 PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

Koefisien Dasar Bangunan yang selanjutnya disingkat KDB adalah koefisien perbandingan antara luas lantai dasar bangunan gedung dengan luas persil atau kaveling.

Pasal 108 ayat (2) PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

Intensitas Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. KDB; b. KLB; c. ketinggian bangunan; dan d. KDH.

Pertanyaan Umum

Apa itu KDB (Koefisien Dasar Bangunan)? +
Angka persentase perbandingan luas lantai dasar bangunan terhadap luas tanah yang menentukan batas maksimal area terbangun.
Apa bahasa Inggris dari KDB (Koefisien Dasar Bangunan)? +
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dalam bahasa Inggris disebut Building Coverage Ratio.
Apa dasar hukum KDB (Koefisien Dasar Bangunan)? +
Dasar hukum KDB (Koefisien Dasar Bangunan) diatur dalam Pasal 1 angka 31 PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, Pasal 108 ayat (2) PP No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
Apa asal kata KDB (Koefisien Dasar Bangunan)? +
Angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai dasar bangunan dan luas lahan

Istilah Terkait