Margin of Appreciation

Margin of Appreciation Berasal dari bahasa Prancis 'marge d'appréciation' yang dikembangkan oleh European Court of Human Rights untuk memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menerapkan kewajiban HAM
Hukum Internasional margin of appreciation batas penilaian hak asasi manusia ECHR
Diperbarui 28 Maret 2026
Ringkasan

Apa itu Margin of Appreciation?

Margin of appreciation adalah doktrin yang memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menerapkan kewajiban HAM internasional.

Margin of Appreciation Berasal dari bahasa Prancis 'marge d'appréciation' yang dikembangkan oleh European Court of Human Rights untuk memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menerapkan kewajiban HAM Hukum Internasional

Definisi

Margin of appreciation (batas penilaian) adalah doktrin hukum internasional yang memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menentukan cara implementasi kewajiban hukum internasional, khususnya di bidang hak asasi manusia. Doktrin ini mengakui bahwa negara-negara memiliki perbedaan kondisi sosial, budaya, dan historis yang mempengaruhi penerapan standar HAM universal.

Doktrin margin of appreciation dikembangkan terutama oleh European Court of Human Rights (ECHR) dalam jurisprudensinya. Dalam kasus Handyside v. United Kingdom (1976), ECHR menyatakan bahwa otoritas nasional berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan hakim internasional untuk menilai kebutuhan pembatasan hak tertentu dalam masyarakat demokratis. Lebar margin yang diberikan bervariasi tergantung pada jenis hak, sifat pembatasan, dan ada tidaknya konsensus Eropa mengenai isu tersebut.

Meskipun doktrin ini berkembang dalam sistem regional Eropa, konsep serupa juga diterapkan dalam mekanisme HAM universal PBB. Margin of appreciation bukan berarti negara memiliki kebebasan absolut, melainkan tetap dibatasi oleh prinsip proporsionalitas dan necessity. Pengadilan internasional tetap berwenang melakukan pengawasan terhadap tindakan negara untuk memastikan pembatasan hak tidak melampaui batas yang diperbolehkan.

Contoh Kasus

Dalam kasus S.A.S. v. France (2014), ECHR menerapkan margin of appreciation ketika menilai larangan penutup wajah (burqa ban) di Prancis. Mahkamah memberikan margin yang luas kepada Prancis dan memutuskan bahwa larangan tersebut tidak melanggar Pasal 8 (hak privasi) dan Pasal 9 (kebebasan beragama) Konvensi HAM Eropa karena bertujuan melindungi ketertiban umum dan kebersamaan hidup (living together).

Dasar Hukum

European Court of Human Rights, Handyside v. United Kingdom (1976)

Mahkamah mengakui bahwa otoritas nasional berada dalam posisi yang lebih baik dibandingkan hakim internasional untuk memberikan pendapat tentang kebutuhan pembatasan yang diperlukan dalam masyarakat demokratis.

Pasal 28J ayat (2) UUD 1945

Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain.

Pertanyaan Umum

Apa itu Margin of Appreciation? +
Margin of appreciation adalah doktrin yang memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menerapkan kewajiban HAM internasional.
Apa bahasa Inggris dari Margin of Appreciation? +
Margin of Appreciation dalam bahasa Inggris disebut Margin of Appreciation.
Apa dasar hukum Margin of Appreciation? +
Dasar hukum Margin of Appreciation diatur dalam European Court of Human Rights, Handyside v. United Kingdom (1976), Pasal 28J ayat (2) UUD 1945.
Apa asal kata Margin of Appreciation? +
Berasal dari bahasa Prancis 'marge d'appréciation' yang dikembangkan oleh European Court of Human Rights untuk memberikan ruang diskresi kepada negara dalam menerapkan kewajiban HAM

Istilah Terkait