Acquiescence

Acquiescence Berasal dari bahasa Latin 'acquiescere' yang berarti menyetujui secara diam-diam atau tidak keberatan, merujuk pada ketiadaan protes terhadap suatu klaim atau tindakan
Hukum Internasional acquiescence persetujuan diam-diam kedaulatan wilayah estoppel
Diperbarui 28 Maret 2026
Ringkasan

Apa itu Acquiescence?

Acquiescence adalah persetujuan diam-diam suatu negara terhadap klaim atau tindakan negara lain tanpa protes resmi.

Acquiescence Berasal dari bahasa Latin 'acquiescere' yang berarti menyetujui secara diam-diam atau tidak keberatan, merujuk pada ketiadaan protes terhadap suatu klaim atau tindakan Hukum Internasional

Definisi

Acquiescence dalam hukum internasional adalah persetujuan diam-diam atau ketiadaan protes dari suatu negara terhadap klaim, tindakan, atau situasi yang dilakukan oleh negara lain yang mempengaruhi hak atau kepentingannya. Acquiescence dapat menghasilkan akibat hukum berupa hilangnya hak negara untuk kemudian menentang klaim atau tindakan tersebut.

Acquiescence didasarkan pada pemikiran bahwa negara yang mengetahui atau seharusnya mengetahui adanya klaim atau tindakan yang merugikan kepentingannya tetapi tidak mengajukan keberatan dalam waktu yang wajar, dianggap telah menyetujui klaim atau tindakan tersebut. Unsur-unsur acquiescence meliputi pengetahuan atau seharusnya mengetahui, ketiadaan protes atau reaksi, dan berlalunya waktu yang cukup.

Acquiescence memiliki kaitan erat dengan prinsip estoppel dan prinsip itikad baik (good faith) dalam hukum internasional. Namun acquiescence berbeda dari estoppel dalam hal acquiescence tidak mensyaratkan adanya perubahan posisi (detrimental reliance) oleh pihak yang diuntungkan. ICJ telah menerapkan konsep acquiescence dalam berbagai kasus, terutama terkait sengketa wilayah dan delimitasi perbatasan.

Contoh Kasus

Dalam kasus Temple of Preah Vihear (Cambodia v. Thailand, 1962), ICJ memutuskan bahwa Thailand telah memberikan acquiescence terhadap peta yang menempatkan Kuil Preah Vihear di sisi Kamboja. Thailand menerima peta tersebut tanpa keberatan selama lebih dari 50 tahun dan bahkan menggunakan peta tersebut dalam berbagai keperluan resmi. Berdasarkan acquiescence ini, ICJ memutuskan bahwa kedaulatan atas wilayah kuil berada pada Kamboja.

Dasar Hukum

ICJ, Temple of Preah Vihear (Cambodia v. Thailand, 1962)

Mahkamah memutuskan bahwa Thailand telah memberikan acquiescence terhadap peta perbatasan yang dibuat oleh komisi campuran Prancis-Siam dengan tidak mengajukan keberatan selama bertahun-tahun, sehingga Kuil Preah Vihear berada di bawah kedaulatan Kamboja.

ICJ, Fisheries Case (United Kingdom v. Norway, 1951)

Mahkamah mempertimbangkan bahwa ketiadaan protes dari Inggris selama beberapa dekade terhadap sistem garis pangkal lurus yang diterapkan Norwegia merupakan bentuk acquiescence.

Pertanyaan Umum

Apa itu Acquiescence? +
Acquiescence adalah persetujuan diam-diam suatu negara terhadap klaim atau tindakan negara lain tanpa protes resmi.
Apa bahasa Inggris dari Acquiescence? +
Acquiescence dalam bahasa Inggris disebut Acquiescence.
Apa dasar hukum Acquiescence? +
Dasar hukum Acquiescence diatur dalam ICJ, Temple of Preah Vihear (Cambodia v. Thailand, 1962), ICJ, Fisheries Case (United Kingdom v. Norway, 1951).
Apa asal kata Acquiescence? +
Berasal dari bahasa Latin 'acquiescere' yang berarti menyetujui secara diam-diam atau tidak keberatan, merujuk pada ketiadaan protes terhadap suatu klaim atau tindakan

Istilah Terkait