Definisi
Gerakan Non-Blok atau Non-Aligned Movement (NAM) adalah organisasi internasional yang terdiri dari negara-negara yang menganut kebijakan tidak memihak pada blok kekuatan manapun dalam politik internasional. Gerakan ini didirikan pada Konferensi Tingkat Tinggi I di Beograd, Yugoslavia, pada tahun 1961 oleh para pemimpin seperti Josip Broz Tito (Yugoslavia), Jawaharlal Nehru (India), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Kwame Nkrumah (Ghana), dan Sukarno (Indonesia).
NAM lahir dalam konteks Perang Dingin sebagai alternatif bagi negara-negara yang menolak untuk terikat pada blok Barat (NATO/AS) maupun blok Timur (Pakta Warsawa/Uni Soviet). Prinsip-prinsip dasar NAM bersumber dari Dasasila Bandung yang dihasilkan oleh Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955, meliputi penghormatan kedaulatan, non-agresi, non-intervensi, kesetaraan, dan koeksistensi damai.
Indonesia memiliki peran historis yang sangat penting dalam NAM. Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 dianggap sebagai cikal bakal Gerakan Non-Blok. Indonesia juga pernah menjadi Ketua NAM pada periode 1992-1995 di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, dengan KTT NAM ke-10 diselenggarakan di Jakarta pada tahun 1992.
Contoh Kasus
Pada KTT NAM di Jakarta tahun 1992, Indonesia sebagai ketua NAM mempromosikan konsep kerja sama Selatan-Selatan dan dialog Utara-Selatan. Indonesia menggunakan forum NAM untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam isu-isu seperti reformasi PBB, keadilan ekonomi internasional, dan penghapusan kolonialisme. Peran Indonesia dalam NAM mencerminkan implementasi politik luar negeri bebas aktif.